Arsip Bulan: Desember 2008

Tahajjud Bersama Indosat M2

Sudah lebih dari sebulan ini, koneksi Internet 3G dari IM2 (Indosat Mega Media) menggunakan modem-pemberian-mereka (baca: beli secara kredit -red) lebih buruk daripada koneksi dial-up dengan modem 56 Kbps yang di-share ke 10 komputer pada 1999.
Aku sempat merasakan bagaimana leletnya koneksi Internet dial-up Telkomnet yang di-share ke 10 komputer waktu bekerja di warnet dulu (1999 [...]

Kategori: Celoteh | 3 Tanggapan

Yasir dalam Keranjang

Kemarin pagi (28/12/2008), saat Rien sedang membereskan kamar, Yasir dimasukkan ke dalam keranjang pakaian dengan posisi setengah duduk. Yasir terlihat senang dengan tempat barunya itu. Beberapa kali dia tertawa sewaktu aku foto. Kata Rien, keranjang berbantal ini nantinya akan digunakan sebagai pengganti bounching chair. Hmm… good idea…

Kategori: Celoteh | Beri tanggapan

6th Anniversary

[24 Desember 2002 - 24 Desember 2008]
“Segala puji bagi-Mu Ya Allah, enam tahun sudah Engkau berikan kesempatan kepada kami berdua mengikuti sunnah Rasul-Mu. Tak terbilang sudah derai tawa dan cucuran air mata kami berdua selama mengayuh bahtera kecil ini.
Engkau telah wujudkan semua harapan dan impian kami dahulu. Dua hamba kecil-Mu kini meramaikan bahtera kami agar [...]

Kategori: Renungan | 2 Tanggapan

Imunisasi MMR dan Hepatitis B

Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya semalam (18/12/2008) aku dan Rien sempat juga membawa Yazid dan Yasir ke dokter anak di Klinik Medika Antapani untuk diimunisasi. Di tempat pendaftaran, kami bertanya dengan petugas untuk memastikan harga vaksin MMR (karena vaksin ini nggak wajib, tapi cuma dianjurkan, jadi kemungkinan harganya agak mahal –maklum nggak disubsidi pemerintah).
Aku dan [...]

Kategori: Pengalaman | 2 Tanggapan

Matahari Kembarku

Berdasarkan pengamatan sekilas, anak keduaku, Yasir, sangat mirip diriku. Hanya bentuk alis dan bentuk kukunya saja yang jelas berbeda denganku. Alisnya hitam dan melengkung (lihat gambar -red) seperti alis ibunya, dan bentuk kukunya oval panjang seperti biji petai. Sisanya, mulai dari warna kulit, bentuk kepala, mata, bibir, dan sebagainya sih (sementara) identik dengan ciri fisikku.
Uniknya, [...]

Kategori: Celoteh | 1 Tanggapan