Hari Ini, Dua Tahun yang Lalu

Jumat 7 September 2007, atau 25 Sya’ban 1428, seminggu menjelang Ramadhan, malam hari sekitar pukul satu, istriku mengirimkan SMS yang menyebutkan bahwa dirinya bersama ibu mertuaku akan berangkat ke RSIA Hermina Pasteur.

Waktu itu aku sedang berada di Jakarta, di kamar kosku di Jl. Karbela II. Membalas SMS istriku, aku mengatakan bahwa akan pulang ke Bandung pagi hari, menggunakan travel Cipaganti dari Cikini yang biasa kami tumpangi.

Namun rencana itu berubah ketika bapak mertuaku menjemputku di Jl. H.R. Rasuna Said, di pertigaan antara Setiabudi One dan kantor Bakrie Telekom, sekitar pukul tiga dini hari. Perjalanan dari Jakarta ke Bandung pagi itu berlangsung sangat cepat meski diliputi kecemasan. Pukul lima dini hari, kami sudah sampai di RSIA Hermina Pasteur.

Sesampai di sana, aku bergegas masuk ke dalam rumah sakit, naik ke lantai dua, menuju ruang bersalin. Di ruang bersalin, dan menemukan istriku sedang ditemani oleh kakak perempuan ibu mertuaku, berjuang antara hidup dan mati untuk mengantarkan anak pertama kami ke dunia.

Aku segera menghampiri istriku yang tengah terbaring lelah menahan perih. Dua puluh menit kemudian, tepatnya 05.24 WIB, anak pertama kami terlahir ke dunia dengan sempurna.

Bingung bercampur takjub, aku tidak bisa mengingat bagaimana perasaanku dan apa yang ada di pikiranku saat pertama kali melihat bayi kami diangkat oleh dokter kandungan yang menolong istriku. Aku hanya ingat bahwa aku berusaha membacakan doa yang dengan susah payah aku hapalkan beberapa minggu sebelum kelahiran anak kami: “U’idzuka bikalimatillahi tammati min kulli syaithon wa haammah, wa min kulli ‘ainil lammah.”

Hari ini, Ali Yazid Muntazhar, nama yang kami hadiahkan kepadanya, telah menginjak haulnya yang kedua. Hari ini sempurna sudah penyusuannya seperti yang difirmankan Allah SWT dalam al-Baqarah 2:233.

Selamat ulang tahun, Yazid. Semoga engkau tumbuh menjadi anak yang sholeh, yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya Muhammad SAW, serta menjadi kebanggaan keluargamu di dunia, dan menjadi penyelamat kedua orang tuamu kelak di akhirat. “Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yuniw-waj’alna lil muttaqina imama. Amin ya mujibas-sailin…”

  1. 7 September 2009 pukul 10:07 WIB

    Wah selamat :) semoga menjadi orang yang berguna bagi seluruh umat manusia :)

    [Yazid:] amiin… makasih om pupung :D

Silakan tulis tanggapan Anda di sini. Kolom dengan tanda * wajib diisi

*
*